TJIPETIR

Barang dari Indonesia pernah naik TITANIC

AYO KE LEJJA !!

Salah satu objek wisata yang terkenal di SOPPENG

SAKLAR BAND !!!

Band Soppeng Gooo gooo !!!

PERSAHABATAN

Tanpa Teman Kita Bukan Siapa-Siapa !!!

ALIBABA.COM MENGGEJOLAK

Alibaba.com membara-bara menembus bursa saham kekayaan Jack Ma mencapai 250 triliun

Tampilkan postingan dengan label KAMPUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAMPUS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Maret 2015

TIPS AGAR TIDAK MALAS MENGERJAKAN TUGAS

           Banyak pelajar yang sering lupa atau malas mengerjakan tugasnya, padahal tugas itu penting untuk mendapatkan nilai. Faktor kemalasan adalah faktor yang mempengaruhi kenapa pelajar tidak mengerjakan tugasnya. Nah kali ini saya akan memberikan sedikit tips yang akan memudahkan anda dalam menepis dan melepaskan sifat malas dalam mengerjakan tugas anda. Baiklah berdoa dulu sebelum membaca, hehehe..... 

  • Tulis semua tugas anda di sebuah kertas dan tempelkan ditempat yang anda selalu lihat, seperti dinding, ini bertujuan agar anda selalu dihantui oleh tugas anda yang selalu ingin dikerjakan dan memberikan anda motivasi untuk mengerjakannya dengan cepat.
  • Suruh teman anda atau pacar anda untuk selalu mengingatkan agar mengerjakan tugas. Jika anda punya pacar anda bisa melakukan ini, jika pacar anda yang menyuruh anda mungkin anda akan lebih semangat untuk mengerjakannya karena didorong dan disemangati oleh kekasih tercinta.
  • Selalu tanamkan dipikiran anda bahwa saya harus mengerjakan tugas saya untuk menunjang kesuksesan saya kedepannya.
  • Jangan pernah menunda untuk mengerjakannya, kerja jika anda punya waktu yang luang dan meluangkan waktu untuk mengerjakannya.

          Itulah sedikit tips bagaimana memangkas rasa malas dalam mengerjakan tugas, semoga bermanfaat dan sukses.

Sabtu, 21 Maret 2015

METODE PERSIDANGAN

           Metode Persidangan adalah suatu cara atau langkah yang dilakukan oleh sekumpulan orang untuk menyelesaikan suatu masalah. Tata cara persidangan ini penting diketahui oleh orang-orang terutama yang ingin menggeluti dirinya didunia politik dan yang ingin menjadi seorang pemimpin bangsa, dimana jika belajar metode persidangan kita belajar bagaimana mengambil sebuah keputusan yang sama-sama menguntungkan dan juga mengambil keputusan yang harus diambil segera atau mendesak.

           Sidang terdiri dari 3 jenis yaitu :

  • Sidang Komisi, yaitu sidang yang dilakukan para devisi-devisi untuk menghasilkan sebuah keputusan yang devisi mereke sepekati.
  • Sidang Pleno, yaitu sidang lanjutan setelah sidang komisi, dimana para instansi atau devisi kecil yang sudah memiliki keputusan akan menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan devisi atau instansi lainnya untuk dicari jalan keluar atau masalahnya.
  • Sidang Paripurna, yaitu sidang untuk mengesahkan keputusan sidang sebelumnya.
           Sidang  terdiri dari beberapa bentuk yakni, 
  • Bentuk U
  • Bentuk Tapal Kuda
  • Bentuk syaf, dll
           Didalam sidang juga ada komponen-komponennya, seperti Pemimpin Sidang, Peserta Sidang, Agenda dan Prasarana/fasilitas sidang.

Pemimpin Sidang. Pemimpin sidang seseorang yang mangatur jalannya sidang agar berjalan sistimatis dan teratur, pimimpinan juga lah yang menjadi penentu keputusan akhir.

Peserta Sidang. Yaitu peserta yang mengikuti sidang, peserta sidang terbagi dua yaitu peserta sidang penuh dan peserta sidang peninjau. Peserta idang penuh adalah peserta sidang yang memiliki hak untuk berbicara atau berargument dan meiliki hak untuk memilih sedang peserta sidang peninjau adalah peserta sidang hanya memiliki hak untuk berbicara atau berargument sementara, biasanya [peserta sidang peninjau ini adalah seorang yang sudah memiliki pengalam dibidang persidangan atau dibvidang masalah yang ingin diselasaikan.

Agenda. yakni sesuatu yang ingin diselasikan atau masalah yang ingin diselesaikan.

Prasarana Sidang. Sidang takkan berlangsung baik jika tidak memiliki fasilitas atau prasarana seperti kursi, meja, dan palu sidang atau properti pendukung lainnya. 

          Didalam sidang sangat identik dengan palu sidang, dimana tata cara pemukulan palu sidang sangat penting juga. Pola ketukan palu sidang yang saya pernah pelajari adala pola 3 - 1 - 3. Dimana 3 kali ketukan digunakan untuk membuka, menutup sidang, selain itu juga sebagai pengambil keputusan dimana keputusan dianggap sah jika spimpinan sidang sudah mengetuk 3 kali palu sidangnya. 1 kali ketukan itu mandakan bahwa pimpinan mengskorsing sidang atau melakukan pending. Skorsing adalah penundaan sidang dalam jangka waktu yang ditentukan sedang pending adalah penundaan sidang yang dilakukan dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

        Itulah yang sedikit saya ketahui tentang metode persidangan, jika ada kesalahan mohon dimaklumi karena saya juga dalam masa belajar.

       

HAK ASASI MANUSIA ( HAM )

       Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak-hak yang dimiliki setiap umat manusia sejak ia berada dalam kandungan. Hak-hak ini sudah tercantum dalam UUD Indonesia, bahwa setiap manusia memiliki kebebasannya, namun kebebasan itu harus dipertanggung jawabkan dan tidak melengser dari UU dan kodratnya sebagai seorang manusia. 

       Hak-hak manusia yang dimaksud adalah seperti kebebasan berpendapat, hak untuk mendapatkan pendidikan dan tidak ada perbedaan antar manusia yang satu dengan yang lainnya dalam mendapatkan pendidikan atau hak untuk hidup sebagai manusia yang sesungguhnya. Bahkan dalam pekerjaan juga memiliki hak, misalkan saja wartawan atau pers. Pers ini memiliki hak untuk mendapatkan berita dan menyebarkan berita, berati jika hak mereka dilanggar atau menghambat mereka untuk mendapat suatu berita  atau menyebarkan berita berarti kitatelah melakukan pelanggaran HAM. 


      Contoh-contoh pelanggaran HAM
1. Perampasan hak rakyat dan oposisi  dengan sewenang-wenangnya.

2. Menghambat atau menghalangi tugas pers untuk mendapatkan informasi berita.
3. Hukum yang tidak adil dan tidak manusiawi.
4. Penguasa menetapkan kebijakan pemilu yang tidak sesuai dengan hak masyarakat.

5. Pengeak hukum yang tidak adil dan melakukan tindak anarkis terhadap masyarakatnya.


     Masih banyak lagi pelanggaran HAM yang bisa saja terjadi, namun untuk mencegah itu seharusnya kita sebagai manusia yang memiliki rasa simpatik terhadap sesama manusia kita harus menjaga dan mngetahui hak-hak kita dan tidak menghalangi atau merusak hak-hak milik orang lain. Dan perlu yang kita harus tau juga jika ada hak pasti ada kewajiban, jadi kedua-duanya ituharus seimbang dan berjalan berdampingan agar negara ini memiliki keseimbangan dan tidak kacau. Jadi sangat penting juga untuk mengetahui kewajiban kita sebagai warga negara terkhususnya seperti membayar pajak, jika kita membayar pajak tentunya kita otomatis memiliki hak untuk menikmati infarastruktur yang dibangun oleh negara dengan uang pajak tadi. Jadi alangkah ganjilnya jika kita malas membayar pajak tapi kita tetap ngotot untuk mendapatkan hak untuk menikmati fasilitas negara sedangkan kita tdak menjalankan kewajiban kita yaitu mebayar pajak. 

Jumat, 20 Maret 2015

HAKEKAT IDENTITAS NASIONAL

      Istilah "Identitas Nasional" secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangs tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini memiliki identitas sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Jadi Idntitas nasional adalah sebuah kesatuan yang terkait dengan wilayah (tanah tumpah mereka sendiri), kesamaan sejarah, sistim hukum, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi.

     Berdasarkan pengertian "Indentitas Nasional" sebagaimana dijelaskan diatas maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut dengan kepribadian suatu bangsa. Kepribadian yag dimiliki oleh suatu bangsa tentu tidal selamanyasama dengan bangsa lain , dimana perbedaan itu di tandai dengan sifat-sifat dan hakekat yang dimiliki oleh sebuah negara.

     Sifat negera merupakan suatu keadaan dimana hal tersebut dimiliki agar menjadikansuatu negara yang bertujuan. Sifat tersebut umumnya mengikat bagi setiap warga negara dan menjadi suatu identitas bagi negara tersebut. Sifat ini tergantung pada ideologi yang dimiliki oleh masing-masing negara. Namun ada juga sifat-sifat negra yang bersifat umum dan dimiliki oleh emua negara, yaitu :

1. Sifat memaksa
2. Sifat monopoli
3. Sifat mencakup semua
4. Sifat menentukan
  
    Selain sifat negara ada juga hakekat negara yang merupakan salah satu dari bentuk perwujudan sifat-sifat negara yang identik juga dengan sifat warga negaranya, jadi masyarakat yang ada didalamnnya tentunya satu kesatuan bahasa, satu kesatuan daerah, satu kesatuaan ekonomi, dan satu kesatuan jiwa yang terlukis dalam satu kesatuan budaya.

Selasa, 17 Maret 2015

PENGANTAR PENDIDIKAN KEJURUAN


RANGKUMAN MATA KULIAH PENGANTAR ILMU KEJURUAN PERTEMUAN II DAN III

(PENDIDIKAN DUNIA DAN INDONESIA)
Pendidikan Di Dunia
            Pendidikan sebagai suatu pondasi sebuah Negara tidak lepas dari berbagai masalah,namun karena masalah itulah pendidikan terus meningkat sama halnya pepatah bijak mengatakan Pulau yang indah terlahir dari Ombak yang besar. Perkembangan pendidikan di dunia yang akan dibahas dimulai dari Negara China yang mewakili benua  (Asia),India mewakili benua (Asia),AmerikaSerikat mewakili benua (Amerika),Mesirmewakili benua (Afrika),Yunani mewakili benua(Eropa),dan Kuba mewakili benua  (Amerika Latin)
Pendidikan di China
Jika kita membayangkan pendidikan yang ada di China mungkin ada satu pepetah yang teringat berbunyi “Tuntutlah ilmu sampai negeri  China”,dimana filosifi ini mengartikan bahwa Sistem pendidikan di China merupakan perlindungan bagi bangsa China itu sendiri karna di China pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Adapun sistem pendidikan di China menganut paham terbuka atau bebas nilai,artinya bahwa setiap anak yang mengenyam pendidikan dari kecil sudah  di arahkan kemana basic atau keterampilan anak tersebut sehingga anak tersebut mudah mendapatkan pekerjaan dimasa mendatang sesuai dengan keterampilan yang ia miliki.
Pendidikan di India
India adalah Negara yang  berada di Benua Selatan menganut pola pendidikan yang kebanyakan diambil dari pemahaman Mahatma Gandhi yaitu “membentuk kepribadian yang utuh, kreatif dan produktif”. Adapun sistem  Pendidikan dibagi menjadi 4 tingkatan atau Strata Sosial ,yaitu Pejabat/Pemerintah, pejuang, Petani, pelayan,namun itu sebelum Negara India menetapkan  konstitusi yang berlaku pada tahun 1950 yang  menegaskan prinsip bahwa pendidikan merupakan penyampaian materi, karena itu semua warga Negara berhak mendapatkan dan tidak ada tingakatan berdasarkan Strata sosial.
Pendidikan di Amerika Serikat
Perkembangan pendidikan di Amerika Serikat sebelum seperti sekarang ini pernah mengalami permasalah mengenai perjuangan kelas kulit putih dan kulit hitam,namun setelah permasalahan itu berlalu perkembangan  pendidikan begitu pesat. Sistem pendidikan berjenjang dimana pendidikan dasar dimulai dari taman kanak kanak hingga kelas 5,6 ataupun 8 tergantung dari kurikulum yang dianut oleh wilayah tempat sekolah tersebut berada. Adapun untuk pendidikan menengahnya anak anak diberi mata pelajaran wajib disamping itu anak anak juga diberi  kebebasan untuk mengambil mata pelajaran pilihan.
Pendidikan di Mesir
Mesir yang berada di benua Afrika  Perkembangan pendidikan di Mesir tidak lepas dari pengaruh  perjuangan Pemimpin dan Militer. Adapun sistem pendidikan yang dianut Mesir tidak jauh beda dari pendidikan yang dianut di Indonesia karena dimesir menerapkan jenjang pendidikan di Mesir mulai dari taman kanak kanak 1 atau 2 tahun, Pendidikan dasar 5 tahun karena untuk kelas 5 dan 6 digabung menjadi 1 tahun,selanjutnya tingkat menegah 3 tahun dan terakhir jenjang perguruan tinggi.
Pendidikan di Yunani
Yunani yang berada dibenua Eropamimiliki perkembangan Pendidikannya tidak lepas dari pengaruh hukum rimba dimana siapa yang kuat dia yang menang,namun karna hokum itu membuat banyak tokoh tokoh mempelajari falsafah manusia yang melahirkan berbagai ilmu pengetahuan di Yunani salah satunya ilmu pedagogi atau ilmu pendidikan yang selanjutnya melahirkan banyak pemikir atau tokoh-tokoh pendidikan pada masa itu.
Pendidikan di Kuba
Perkembangan pendidikan di Kuba,Amerika Latin tidak lepas dari masalah embargo pemerintah Amerika Serikat. Adapun sistem pendidikan yang diterapkan di Kuba yaitu memberikan kepada semua anak pendidikan yang berkualitas tanpa ada beban biaya hingga tingkat Universitas. Sehingga Kuba sebagai salah satu Negara di Amerika latin berkembang begitu pesat.
Pendidikan di Indonesia
Perkambangan pendidikan di Indonesia tidak lepas dari masa atau orde perjalanan bangsa Indonesia. Dimulai dari orde lama yang digambarkan oleh Sunarso,2011 berbunyi “Pendidikan menekankan pada Patriotisme dan Nasionalisme”, artinya bahwa pada masa orde lama terjadi krisis sikap membangun bangsa sehingga untuk mengubah itu semua harus dimulai dari pendidikan. Setelah orde lama berlangsung, periode orde barupun dimulai kembali pada apa yang digambarakan Sunarso,2011 berbunyi “Pendidikan bertujuan untuk membentuk manusia pembangunan yang berjiwa Pancasila yang dapat mendukung ekonomi”.
Pendapat Sunarso ini mengarah kepada pendidikan Pancasila diterapkan  pada masa orde baru  untuk membentuk manusia pembangunan seperti yang tertuang dalam Pancasila itu sendiri, terakhir Pada masa Orde Reformasi pendapat Sunarso,2011 berbunyi “Pendidikan diarahkan kepada perwujudan masyarakat demokratis yang taat pada hokum. Tujuan pendidikan era reformasi menekankan demokrasi”. Pada masa ini arah pendidikan mengarah pada konsep demokrasi “dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat”.
PERTEMUAN I
(TOKOH PENDIDIKAN)
Tokoh pendidikan yang akan dibahas berdasarkan ajaran ajaran yang dianut yaitu Athena Education,Roman Education,Muhammad Education,The Rennaissance,Protestan Education,Humanistic Education, Modern Education,dan Indonesia Education.
Athena Education
Tokoh yang berpengaruh pada Athena Educationdiantaranya:
Socrates ()470-399 SM)
Plato (429-347 SM)
Aristoteles
Dalam Athena Education, pendidikan mengarah pada 3 komponen  kehidupan yaitu:
1. Jiwa yang bersifat menciptakan perbedaan
2. Ruh yang bersifat hanya kembali pada 1 “Tuhan”
3. Raga yang bersifat penurut/pelaksana
Pada 3 komponen ini menjelaskan bahwa pendidikan tidak boleh mengarah hanya 1 arah agar ketiga komponen ini berjalan beriringan
Roman Education
Tokoh yang berpengaruh padaRoman Educationdiantaranya:
Cicero (83-65 SM)
Quantillian
Dalam ajaran Roman Education menitik beratkan bagaimana hukuman yang diberikan kepada setiap warga Negara sebagai salah satu cara mendidik. Pemahaman atau ilmu yang berasal dari Romawi begitu banyak karena orang romawi sangat rajin untuk menulis apa yang diketahui sehingga menyebabkan banyak tokoh pendidikan mengembangkan pendidikan dengan mempelajari Roman Educatiom
Muhammad Education
Muhammad Education atau ajaran yang dibawah manusia Pilihan Allah SWT memberikan pemahaman pendidikan berdasarkan ajaran Agama Islam, Muhammad SAW menyebarkan ajaran Agama  Islam disamping itu ia memberikan pendidikan karena hakikat Agama adalah pedoman hidup.
The Renaissance
The Renaissanceatau masa pembaruan adalah masa dimana pendidikan fokus untuk memanusiakan manuasia itu sendiri. Pada masa ini beberapa Negara dengan tokoh tokohnya berpengaruh dalam mengemnbangakan paham pendidikan salah satunya di Italia dengan tokohnya Paulo Freire
Protestan Education
Pada masa Protestan Education, pendidikan mengarah pada perbaikan intimidasi-intimidasi yang terjadi dalam gereja pada masa ini juga dikenal sebagai masa Revolusi Gereja.
Humanistic Education
Pada masa Humanistic Educationhamper sama halnya dengan masa The Renaissance yang fokus pada memanusiakan manusia itu sendiri.
Modern Education
Pada masa Modern Education kualitas pendidikan berkembang begitu pesat karena pada masa ini pendidikan diarahkan untuk menyesuaikan zaman.
Indonesia Education
Indonesia Education berkembang di negeri ini dengan beberapa tokoh pendidikan yang mengembangkannya di antaranya:
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (KI Hajar Dewantara)
Yang menggagas Taman Siswa dan Slogan “Tutwuri Handayani”

R.A Kartini

Yang mengembangkan pendidikan dengan melepaskan intimidasi terhadap kaum Wanita dengan bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang”

Senin, 16 Maret 2015

MENGENAL DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)

DBMS diartikan sebagai suatu program aplikasi komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memanipulasi dan memperoleh data atau informasi dengan praktis dan efisien.

KEUNGGULAN DBMS
- Praktis
- Cepat
- Mengurangi Kejemuan
- Kekinian

Keuntungan sistem basis data terhadap sistem pemrosesan berkas :
- Kemubaziran data dapat dikurangi
- Integritas data
- Independensi data
- Konsistensi data
- Berbagi data
- Sekuritas data
- Penggunaan data lebih mudah

MATA KULIAH BASIS DATA

                                       
Basis Data didefinisikan sebagai kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan dalam tata cara khusus. ( Chou, 1987).

Basis Data adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan pengulangan data (Fabbri dan Schwab, 1992).

Sebagai kesimpulan dua pendapat diatas, Basis data dapat dianggap sebagai tempat untuk sekumpulan berkas data terkomputerisasi, yang bertujuan untuk memelihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan.

Penggunaan sistem basis data bisa melakukan berbagai operasi, antara lain :
- menambah file baru ke sistem basis data
- mengososngkan berkas
- menyisipkan data ke suatu berkas
- mengambil data ke suatu berkas
- mengubah data ke suatu berkas
- menghapus data ke suatu bekas
- menyajikan data suatu informasi yang diambil dari sejumlah berkas

HIRARKI DATA
- Elemen data adalah suatu data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna.
- Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait.
- Berkas , himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas.


Minggu, 15 Maret 2015

ELEKTRONIKA ANALOG DAN DIGITAL



Elektronika adalah ilmu yang mempelajari arus listrik yang lemah.

Perbedaan analog dan digital :
- Analog/Digital  =  sinyal data
- Sistem digital lebih cepat dibanding sistem analog
- Sistem digital memproduksi sinyal yang lebih baik
- Sistem digital adalah sistem yang mengukur suatu nilai yang bersifat tetap
- Sistem analog adalah sistem yang berupa gelombang kontiniu yang membawa iformasi dengan           mengubah bentuk gelombang

Komponen Elektronika
- Komponen Passif (Komponen yang dapat bekerja tanpa tegangan), contohnya Resistor , Induktor
- Komponen Aktif ( Komponen yang tidak bekerja tanpa adanya tengangan), contohnya Dioda,              Transistor

4 Bagian Dasar Listrik
- Voltage / tegangan
- Current / Arus
- Power / Tenaga
- Resistance / Hambatan

Tegangan adalah ukuran dari gaya yang diberikan untuk menarik / mendorong elektron.
Arus ialah ukuran dari sejumlah elektron yang bergerak dalam satu elektron.
Tenaga adalah ukuran tegangan yang dipakai untuk mendorong.
Resistance adalah hambatan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian dan satuannya ohm.

Hukum Kircof I
Jumlah arus yang masuk sama dengan jumlah arus yang keluar

Hukum Kircof II
Gaya gerak listrik dalam suatu rangkaian tertutup jumlah gaya gerak listrik sama dengan gaya potensial.

Kamis, 12 Maret 2015

MATERI ALGORITMA




SEJARAH ALGORITMA
Ditinjau dari asal usul katanya kata Algoritma sendiri mempunyai sejarah yang aneh. Orang hanya menemukan kata Algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab. Anda dikatakan Algorist jika anda menghitung menggunakan Angka Arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi.
Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Al Jabar Wal-Muqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita juga memperoleh akar kata “Aljabar” (Algebra). Perubahan kata dari Algorism menjadi Algorithm muncul karena kata Algorism sering dikelirukan dengan Arithmetic, sehingga akhiran –sm berubah menjadi –thm. Karena perhitungan dengan angka Arab sudah menjadi hal yang biasa. Maka lambat laun kata Algorithm berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam Bahasa Indonesia, kata Algorithm diserap menjadi Algoritma.
Definisi Algoritma
1.        Teknik penyusunan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam bentuk kalimat dengan jumlah kata terbatas, tetapi tersusun secara logis dan sistematis.
2.        Dan kamus besar bahasa Indonesia (Balai Pustaka 1988) secara formal mendefinisikan algoritma sebagai berikut:
“Algoritma adalah urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah.”
3.       

Proses
Algoritma
Contoh langkah
1.Membuat Kue
Resep Kue
Campurkan 2 butir telur kedalam adonan, kemudian kocok hingga mengembang
2.Membuat Pakaian
Pola Pakaian
Gunting kain dari pinggir kiri bawah kea rah kanan atas sepanjang 15 cm
3.Praktikum Kimia
Petunjuk Praktikum
Campurkan 10 ml Asam Sulfat ke dalam 15 ml Natrium hidroksida

“Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalahyang disusun secara sistematis dan logis”. Kata logis merupakan kata kuncidalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harusdapat ditentukan bernilai salah atau benar.









Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk melakukan pekerjaan tertentu. Dalam kenyataannya, setiap orang bisa membuat algoritma yang berbeda untuk menyelesaikan suatu permasalahan, walaupun terjadi perbedaan dalam menyusun algoritma, tentunya kita mengharapkan keluaran yang sama. Jika terjadi demikian, carilah algoritma yang paling efisien dan cepat. Algoritma bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sebagai berikut:

SYARAT ALGORITMA
Berdasarkan ciri algoritma yang dipaparkan oleh Donald Knuth dan definisi Algoritma maka dapat disimpulkan syarat utama suatu Algoritma, yaitu sebagai berikut:
a.         Input: Suatu Algoritma memiliki input atau kondisi awal sebelum algoritma dilaksanakan.
b.        Output: suatu Algoritma akan menghasilkan output setelah dilaksanakan, atau algoritma akan mengubah kondisi awal menjadi kondisi akhir, dimana nilai output diperoleh dari nilai input yang telah diproses melalui algoritma.
c.        Definiteness: langkah-langkah yang dituliskan dalam algoritma terdefinisi dengan jelas sehingga mudah dilaksanakn oleh pengguna logaritma.
d.         Effectiveness: Setiap langah dalam algoritma bisa dilaksanakan dalam suatu selang waktu tertentu sehingga pada akhirnya member solusi sesuai yang diharapkan.
e.        Finiteness: Suatu algoritma harus memberi kondisi akhir atau output setelah melakukan sejumlah langkah yang terbatas jumlahnya untuk setiap kondisi awal atau input yang diberikan.
f.         Generality: langkah-langkah algoritma berlaku untuk setiap himpunan input yang sesuai dengan persoalan yang akan diberikan, tidah hanya untuk himpunan tertentu.
Suatu algoritma tentu dapat ditulis dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Namun, algoritma seperti itu masih sulit diterjemahkan apabila akan diimplementasikan ke dalam suatu bahasa pemrograman komputer.
Setiap algoritma tentu saja memerlukan suatu langkah “peralihan” kesuatu bahasa pemrograman ketika akan dilaksanakan dengan menggunakan komputer. Sehingga semakin dekat bentuk algoritma ini ke bentuk program komputer maka semakin mudah diterjemahkan.

STRUKTUR ALGORITMA DAN CONTOHNYA
            Agar algoritma dapat ditulis lebih teratur maka sebaiknya dibagi ke dalam beberapa bagian. Salah satu struktur yang sering dijadikan patokan dalah sebagai berikut:
·    Bagian Kepala (Header) : memuat nama algoritma serta informasi atau keterangan tentang algoritma yang ditulis.
·     Bagian Deklarasi/ Definisi Variabel : memuat definisi tentang nama variable, nama tetapan, nama prosedur, nama fungsi, tipe data yang akan digunakan dalam algoritma.
·          Bagian Deskripsi/ Rincian Langkah: memuat langkah-langkah penyelesaian masalah, termasuk beberapa perintah seperti baca data, tampilkan, ulagi, yang  mengubah data input menjadi output, dan sebagainya.Contoh: algoritma untuk menghitung luas sebuah lingkaran apabila jari-jarinya diberikan.

Contohnya :
      Algoritma Luas_lingkaran
{menghitung luas sebuah lingkaran apabila jari-jari lingkaran tersebut
 diberikan}
Deklarasi
{Definisi nama tetapan}
            const N = 10;
const phi = 3.14;
{Definisi nama peubah/variabel}
real jari_jari, luas;
Deskripsi
read(jari-jari);
luas= phi* jari_jari* jari_jari;
write(luas);

HUBUNGAN ALGRITMA DENGAN PEMROGRAMAN
Komputer adalah kumpulan beberapa perangkat keras, yang untuk mengoperasikannya dibutuhkan program sesuai dengan kebutuhan. Program komputer sendiri membutuhkan algoritma sebagai dasar pembuatan program.    
Hubungannya, Algoritma diumpamakan sebagai nyawa dari program tersebut sedangkan program adalah bahasa dari algoritma sedangkan komputer yaitu eksekutornya.
Pemrograman adalah proses yang dimulai dari munculnya suatu permasalahan yang diinginkan untuk diselesaikan secara komputerisasi hingga menghasilkan sebuah produk yaitu program. Ketika masalah itu muncul, maka tahap penyelesaiannya adalah dimulai dengan membuat algoritma penyelesaian masalah yang kemudian melalui suatu bahasa pemrograman yang ditentukan dan dipilih serta digunakan berdasarkan penyesuaian algoritma yang telah dibuat, maka dihasilkanlah suatu program yang sesuai dengan keinginan.

Bagi teman-teman yang mau download filenya silahkan klik link dibawah ini :

INOVASI BARU INTEL



 


         Intel Compute Stick adalah perangkat komputer batangan generasi baru yang langsung siap pakai dan menawarkan performa, kualitas dan nilai yang anda harapkan di Intel. Produk Intel ini ternyata dilengkapi dengan Windows 8.1 dan Linux.

          Sungguh hebat, sekarang dengan ukuran yang hanya panjang 4 inci kita dapat merasakan sensai komputerisasi dan fasilitas intel atom, dimana alat ini merubah semua layar HDMI menjadi suatu perangkat komputer, yang dimana alat ini memiliki tempat penyimpanan bawaan, tempat penyimpanan tambahana (micro SD) dan juga disertai jaringan nirkabel bawaan.

       Jaman sudah sangat berkembangan, hanya dengan genggaman tangan kita sudah dapat merasakan kehebatan komputer yang semakin canggih dan ukuran yang kecil dan ringan.

Sumber gambar : http://www.intel.co.id/content/www/id/id/compute-stick/intel-compute-stick.html?linkId=12675586

Senin, 09 Maret 2015

KUMPULAN KODE ASCII


        ASCII atau American Standard Code of Information Interchange adalah suatu standard internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi Ascii lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah karakter "I". Berikut ini adalah Kode Ascii yang berjumlah 255


DEC
OCT
HEX
BIN
Symbol
Description
0
000
00
00000000

Null char
1
001
01
00000001

Start of Heading
2
002
02
00000010

Start of Text
3
003
03
00000011

End of Text
4
004
04
00000100

End of Transmission
5
005
05
00000101

Enquiry
6
006
06
00000110

Acknowledgment
7
007
07
00000111

Bell
8
010
08
00001000

Back Space
9
011
09
00001001

Horizontal Tab
10
012
0A
00001010

Line Feed
11
013
0B
00001011

Vertical Tab
12
014
0C
00001100

Form Feed
13
015
0D
00001101

Carriage Return
14
016
0E
00001110

Shift Out / X-On
15
017
0F
00001111

Shift In / X-Off
16
020
10
00010000

Data Line Escape
17
021
11
00010001

Device Control 1 (oft. XON)
18
022
12
00010010

Device Control 2
19
023
13
00010011

Device Control 3 (oft. XOFF)
20
024
14
00010100

Device Control 4
21
025
15
00010101

Negative Acknowledgement
22
026
16
00010110

Synchronous Idle
23
027
17
00010111

End of Transmit Block
24
030
18
00011000

Cancel
25
031
19
00011001

End of Medium
26
032
1A
00011010

Substitute
27
033
1B
00011011

Escape
28
034
1C
00011100

File Separator
29
035
1D
00011101

Group Separator
30
036
1E
00011110

Record Separator
31
037
1F
00011111

Unit Separator

 

 

DEC
OCT
HEX
BIN
Symbol
Description
32
040
20
00100000

Space
33
041
21
00100001
!
Exclamation mark
34
042
22
00100010
"
Double quotes (or speech marks)
35
043
23
00100011
#
Number
36
044
24
00100100
$
Dollar
37
045
25
00100101
%
Procenttecken
38
046
26
00100110
&
Ampersand
39
047
27
00100111
'
Single quote
40
050
28
00101000
(
Open parenthesis (or open bracket)
41
051
29
00101001
)
Close parenthesis (or close bracket)
42
052
2A
00101010
*
Asterisk
43
053
2B
00101011
+
Plus
44
054
2C
00101100
,
Comma
45
055
2D
00101101
-
Hyphen
46
056
2E
00101110
.
Period, dot or full stop
47
057
2F
00101111
/
Slash or divide
48
060
30
00110000
0
Zero
49
061
31
00110001
1
One
50
062
32
00110010
2
Two
51
063
33
00110011
3
Three
52
064
34
00110100
4
Four
53
065
35
00110101
5
Five
54
066
36
00110110
6
Six
55
067
37
00110111
7
Seven
56
070
38
00111000
8
Eight
57
071
39
00111001
9
Nine
58
072
3A
00111010
:
Colon
59
073
3B
00111011
;
Semicolon
60
074
3C
00111100
< 
Less than (or open angled bracket)
61
075
3D
00111101
=
Equals
62
076
3E
00111110
> 
Greater than (or close angled bracket)
63
077
3F
00111111
?
Question mark
64
100
40
01000000
@
At symbol
65
101
41
01000001
A
Uppercase A
66
102
42
01000010
B
Uppercase B
67
103
43
01000011
C
Uppercase C
68
104
44
01000100
D
Uppercase D
69
105
45
01000101
E
Uppercase E
70
106
46
01000110
F
Uppercase F
71
107
47
01000111
G
Uppercase G
72
110
48
01001000
H
Uppercase H
73
111
49
01001001
I
Uppercase I
74
112
4A
01001010
J
Uppercase J
75
113
4B
01001011
K
Uppercase K
76
114
4C
01001100
L
Uppercase L
77
115
4D
01001101
M
Uppercase M
78
116
4E
01001110
N
Uppercase N
79
117
4F
01001111
O
Uppercase O
80
120
50
01010000
P
Uppercase P
81
121
51
01010001
Q
Uppercase Q
82
122
52
01010010
R
Uppercase R
83
123
53
01010011
S
Uppercase S
84
124
54
01010100
T
Uppercase T
85
125
55
01010101
U
Uppercase U
86
126
56
01010110
V
Uppercase V
87
127
57
01010111
W
Uppercase W
88
130
58
01011000
X
Uppercase X
89
131
59
01011001
Y
Uppercase Y
90
132
5A
01011010
Z
Uppercase Z
91
133
5B
01011011
[
Opening bracket
92
134
5C
01011100
\
Backslash
93
135
5D
01011101
]
Closing bracket
94
136
5E
01011110
^
Caret – circumflex
95
137
5F
01011111
_
Underscore
96
140
60
01100000
`
Grave accent
97
141
61
01100001
a
Lowercase a
98
142
62
01100010
b
Lowercase b
99
143
63
01100011
c
Lowercase c
100
144
64
01100100
d
Lowercase d
101
145
65
01100101
e
Lowercase e
102
146
66
01100110
f
Lowercase f
103
147
67
01100111
g
Lowercase g
104
150
68
01101000
h
Lowercase h
105
151
69
01101001
i
Lowercase i
106
152
6A
01101010
j
Lowercase j
107
153
6B
01101011
k
Lowercase k
108
154
6C
01101100
l
Lowercase l
109
155
6D
01101101
m
Lowercase m
110
156
6E
01101110
n
Lowercase n
111
157
6F
01101111
o
Lowercase o
112
160
70
01110000
p
Lowercase p
113
161
71
01110001
q
Lowercase q
114
162
72
01110010
r
Lowercase r
115
163
73
01110011
s
Lowercase s
116
164
74
01110100
t
Lowercase t
117
165
75
01110101
u
Lowercase u
118
166
76
01110110
v
Lowercase v
119
167
77
01110111
w
Lowercase w
120
170
78
01111000
x
Lowercase x
121
171
79
01111001
y
Lowercase y
122
172
7A
01111010
z
Lowercase z
123
173
7B
01111011
{
Opening brace
124
174
7C
01111100
|
Vertical bar
125
175
7D
01111101
}
Closing brace
126
176
7E
01111110
~
Equivalency sign – tilde
127
177
7F
01111111

Delete

 

DEC
OCT
HEX
BIN
Symbol
128
200
80
10000000
Euro sign
129
201
81
10000001


130
202
82
10000010
Single low-9 quotation mark
131
203
83
10000011
ƒ
Latin small letter f with hook
132
204
84
10000100
Double low-9 quotation mark
133
205
85
10000101
Horizontal ellipsis
134
206
86
10000110
Dagger
135
207
87
10000111
Double dagger
136
210
88
10001000
ˆ
Modifier letter circumflex accent
137
211
89
10001001
Per mille sign
138
212
8A
10001010
Š
Latin capital letter S with caron
139
213
8B
10001011
Single left-pointing angle quotation
140
214
8C
10001100
Œ
Latin capital ligature OE
141
215
8D
10001101


142
216
8E
10001110
Ž
Latin captial letter Z with caron
143
217
8F
10001111


144
220
90
10010000


145
221
91
10010001
Left single quotation mark
146
222
92
10010010
Right single quotation mark
147
223
93
10010011
Left double quotation mark
148
224
94
10010100
Right double quotation mark
149
225
95
10010101
Bullet
150
226
96
10010110
En dash
151
227
97
10010111
Em dash
152
230
98
10011000
˜
Small tilde
153
231
99
10011001
Trade mark sign
154
232
9A
10011010
š
Latin small letter S with caron
155
233
9B
10011011
Single right-pointing angle quotation mark
156
234
9C
10011100
œ
Latin small ligature oe
157
235
9D
10011101


158
236
9E
10011110
ž
Latin small letter z with caron
159
237
9F
10011111
Ÿ
Latin capital letter Y with diaeresis
160
240
A0
10100000

Non-breaking space
161
241
A1
10100001
¡
Inverted exclamation mark
162
242
A2
10100010
¢
Cent sign
163
243
A3
10100011
£
Pound sign
164
244
A4
10100100
¤
Currency sign
165
245
A5
10100101
¥
Yen sign
166
246
A6
10100110
¦
Pipe, Broken vertical bar
167
247
A7
10100111
§
Section sign
168
250
A8
10101000
¨
Spacing diaeresis – umlaut
169
251
A9
10101001
©
Copyright sign
170
252
AA
10101010
ª
Feminine ordinal indicator
171
253
AB
10101011
«
Left double angle quotes
172
254
AC
10101100
¬
Not sign
173
255
AD
10101101
­
Soft hyphen
174
256
AE
10101110
®
Registered trade mark sign
175
257
AF
10101111
¯
Spacing macron – overline
176
260
B0
10110000
°
Degree sign
177
261
B1
10110001
±
Plus-or-minus sign
178
262
B2
10110010
²
Superscript two – squared
179
263
B3
10110011
³
Superscript three – cubed
180
264
B4
10110100
´
Acute accent – spacing acute
181
265
B5
10110101
µ
Micro sign
182
266
B6
10110110
Pilcrow sign – paragraph sign
183
267
B7
10110111
·
Middle dot – Georgian comma
184
270
B8
10111000
¸
Spacing cedilla
185
271
B9
10111001
¹
Superscript one
186
272
BA
10111010
º
Masculine ordinal indicator
187
273
BB
10111011
»
Right double angle quotes
188
274
BC
10111100
¼
Fraction one quarter
189
275
BD
10111101
½
Fraction one half
190
276
BE
10111110
¾
Fraction three quarters
191
277
BF
10111111
¿
Inverted question mark
192
300
C0
11000000
À
Latin capital letter A with grave
193
301
C1
11000001
Á
Latin capital letter A with acute
194
302
C2
11000010
Â
Latin capital letter A with circumflex
195
303
C3
11000011
Ã
Latin capital letter A with tilde
196
304
C4
11000100
Ä
Latin capital letter A with diaeresis
197
305
C5
11000101
Å
Latin capital letter A with ring above
198
306
C6
11000110
Æ
Latin capital letter AE
199
307
C7
11000111
Ç
Latin capital letter C with cedilla
200
310
C8
11001000
È
Latin capital letter E with grave
201
311
C9
11001001
É
Latin capital letter E with acute
202
312
CA
11001010
Ê
Latin capital letter E with circumflex
203
313
CB
11001011
Ë
Latin capital letter E with diaeresis
204
314
CC
11001100
Ì
Latin capital letter I with grave
205
315
CD
11001101
Í
Latin capital letter I with acute
206
316
CE
11001110
Î
Latin capital letter I with circumflex
207
317
CF
11001111
Ï
Latin capital letter I with diaeresis
208
320
D0
11010000
Ð
Latin capital letter ETH
209
321
D1
11010001
Ñ
Latin capital letter N with tilde
210
322
D2
11010010
Ò
Latin capital letter O with grave
211
323
D3
11010011
Ó
Latin capital letter O with acute
212
324
D4
11010100
Ô
Latin capital letter O with circumflex
213
325
D5
11010101
Õ
Latin capital letter O with tilde
214
326
D6
11010110
Ö
Latin capital letter O with diaeresis
215
327
D7
11010111
×
Multiplication sign
216
330
D8
11011000
Ø
Latin capital letter O with slash
217
331
D9
11011001
Ù
Latin capital letter U with grave
218
332
DA
11011010
Ú
Latin capital letter U with acute
219
333
DB
11011011
Û
Latin capital letter U with circumflex
220
334
DC
11011100
Ü
Latin capital letter U with diaeresis
221
335
DD
11011101
Ý
Latin capital letter Y with acute
222
336
DE
11011110
Þ
Latin capital letter THORN
223
337
DF
11011111
ß
Latin small letter sharp s – ess-zed
224
340
E0
11100000
à
Latin small letter a with grave
225
341
E1
11100001
á
Latin small letter a with acute
226
342
E2
11100010
â
Latin small letter a with circumflex
227
343
E3
11100011
ã
Latin small letter a with tilde
228
344
E4
11100100
ä
Latin small letter a with diaeresis
229
345
E5
11100101
å
Latin small letter a with ring above
230
346
E6
11100110
æ
Latin small letter ae
231
347
E7
11100111
ç
Latin small letter c with cedilla
232
350
E8
11101000
è
Latin small letter e with grave
233
351
E9
11101001
é
Latin small letter e with acute
234
352
EA
11101010
ê
Latin small letter e with circumflex
235
353
EB
11101011
ë
Latin small letter e with diaeresis
236
354
EC
11101100
ì
Latin small letter i with grave
237
355
ED
11101101
í
Latin small letter i with acute
238
356
EE
11101110
î
Latin small letter i with circumflex
239
357
EF
11101111
ï
Latin small letter i with diaeresis
240
360
F0
11110000
ð
Latin small letter eth
241
361
F1
11110001
ñ
Latin small letter n with tilde
242
362
F2
11110010
ò
Latin small letter o with grave
243
363
F3
11110011
ó
Latin small letter o with acute
244
364
F4
11110100
ô
Latin small letter o with circumflex
245
365
F5
11110101
õ
Latin small letter o with tilde
246
366
F6
11110110
ö
Latin small letter o with diaeresis
247
367
F7
11110111
÷
Division sign
248
370
F8
11111000
ø
Latin small letter o with slash
249
371
F9
11111001
ù
Latin small letter u with grave
250
372
FA
11111010
ú
Latin small letter u with acute
251
373
FB
11111011
û
Latin small letter u with circumflex
252
374
FC
11111100
ü
Latin small letter u with diaeresis
253
375
FD
11111101
ý
Latin small letter y with acute
254
376
FE
11111110
þ
Latin small letter thorn
255
377
FF
11111111
ÿ
Latin small letter y with diaeresis